Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 17

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 17by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 17Berbagi Suami Bule – Part 17 SPESIAL CHAPTERTHE VIOLET SKY By : Marucil Marucil Point of View Malam ada sebuah event di Violet Lounge. Salah satu restoran yang dikelola oleh Hotel aston Jogja. Tadi siang Rudy sebagai Manager Entertainment di hotel ini mengundang Koh Hen untuk hadir dalam acara tersebut. Mereka berempat sudah siap dengan […]

multixnxx-Black hair, Short hair, Asian, Bikini, Dog-6 multixnxx-Black hair, Short hair, Asian, Bikini, Dog-11 multixnxx-Blonde, Asian, Gonzo, Oiled, High heels, S-1Berbagi Suami Bule – Part 17

SPESIAL CHAPTERTHE VIOLET SKY
By : Marucil

Marucil Point of View

Malam ada sebuah event di Violet Lounge. Salah satu restoran yang dikelola oleh Hotel aston Jogja. Tadi siang Rudy sebagai Manager Entertainment di hotel ini mengundang Koh Hen untuk hadir dalam acara tersebut. Mereka berempat sudah siap dengan dandanan dan pakaian yang cukup pantas. Hendra dan Eva mengenakan pakaian serba hitam. Sedangkan Erlin dan Bastian mengenakan pakaian yang senada, erlin dengan gaum malam tanpa lengan dengan bawahan sebatas lutut berwarna putih cream dengan corak hitam pada bagian dadanya cukup serasi dengan kemeja hitam berbalu Jeans berwarna putih yang dikenakan oleh Bastian.

Merekapun merasa siap, mereka keluar dari kamar tempat Bastian dan Erlin memadu cinta tadi sore. Mereka berjalan beriringan, Hendra menggandeng Erlin dan Bastian dengan Eva. Sekilas memang mereka berempat terlihat seperti keluarga kecil yang sedang berlibur. Mereka layaknya sepasang suami istri berdama kedua putri dan putranya. Rupanya ini adalah taktik hendra agar tidak terlalu mencolok ditempat umum, sengaja ia menggandeng Erlin agar orang lain tidak menaruh curiga tentang apa yang mereka berempat lakukan dihotel ini. Tak lama berjalan mereka masuk dalam sebuah lift untuk menuju lantai atas tempat Violet Sky Longe berada. Restoran ini memang terletak pada lantai paling atas atau lebih tepatnya diatap gedung ini (roof).

“Waduuh, ini lifnya kelebihan muataan nih, pasti gara gara ada elin deh” celoteh Koh Hendra.
“Ihhh jahil, mentang mentang aku gendut” balas erlin cemberut.
“Iya nih koh Hen mah jahat ihhh” kata eva mencoba membela.
“Hahaha, yawes toh becandaa lagian”
Haha semuanya tertawa ringan.

Akhinya Pintu Lift terbuka dan mereka segera melangkah menuju restoran. Restoran ini cukup terlihat mewah dengan sebagian sisinya langsung beratapkan langit malam yang indah. Mereka segera mencari tempat duduk yang kosong disisi luar. Dan rupanya cukup banyak tempat yang kosong, hanya beberapa pengunjung bule terlihat sedang asik menyantap makanan dan sisanya pengunjung domestik, namun tidak begitu ramai. Lalu diamana Event atau party berlangsung?. Hendra belum bertanya tanya, ia hanya mengira mungkin saja sedang dalam persiapan atau apalah itu. Yang jelas mereka berempat hanya duduk bercengkrama sambil menunggu makanan pesanan mereka datang.

Mereka menyantap makanan dengan lahapnya. Mungkin karena beberapa waktu yang lalu energi mereka sudah terkuras habis oleh petualangan mereka masing masing. Sekarang sudah Jam 8 malam lebih dan masih tak ada tanda tanda akan diadakanya pesta disini. Bahkan dentuman musik saja tidak ada. Semua nampak seperti biasa saja.

“Koh piwe katanya ada acara disini, maba sepi kaya gini kok” Kata jeng Elin sambil menaruh gelas diatas meja.
“Iya nih, sepi gini, pasti si Rudy ngerjain kita nih. Wong gak ada apa apa dia bilang ada event. Hawas aja nanti kalau ketemu, saya beriii dia” lanjut Koh Hendra sedikit kesal.
“Udah ah Koh, lagian gak apa apa kan”
“Iya gak apa apa tahu gitu kan gak usah dandan rapi segala. Kalau ujung2 cuma makan mah tadi tinggal pesen aja, terus bisa lanjut ngentotin kamu deh” tambah koh hen dengan nada yang semakin lirih
“Ihhhhh bisaa ajaa yaaaah” Timpal eva sambil mencubit Koh Hen.

“Aduuhhhh, saya dicuubiiitt” lanjut Koh Hen centil.

“Ya wis lah Hen, gak apa apa lah, Toh tempatnya juga enak kan. Tapi kita beberapa kali nginep sini tapi gak pernah makan disini yah? Tahu tempatnya bagus kaya kie sih dari dulu kesini.” Tambah Jeng Elin.
“Ahhhh kamu ini gimana,lupa yah?”
“Nihh Eva, Bas saya kasih tahu nih, saya sama si Elin nih kalau nginep disini diamaunya dikamaaar terus, dari siang ketemu malem malem ketemu Pagi dan pagi ketemu siang lagi maunya dientoooooottt terus.

Semua tersenyum

“Emang gitu Tan?” Tanya bastian memastikan
“Ahhh itu mah si Hendranya aja di besar besarin” jawab Jeng Elin sedikit malu.
“Ahhhh dia malu tuh bas, nih Bas saya kasih tahu lagi, Kontol saya nih kaya dah mau copot kalau setiap ngeladenin nafsunya dia, nah kamu ati ati noooh” kata Koh Hendra berbicara lirih kepada Bastian.

Hhihii”

“Ahhhh udah lah Kohh, kan jadiii maluuu” jawab Jeng Elin sambil memperhatikan seseorang dipintu masuk yang sedang ngobrol dengan salah satu pelayan
“Ahhhh Tante Elin nih malu malu segala, biasa aja kalii” ledek Eva mencairkan suasana

“Ehhh kohh, itu si Rudy bukan yaah”Lanjut Elin sambil menunjuk kearah pintu masuk
“Manaaaa?” Koh Hendra mencari
“ohhhh iya tuh si wedusss. Ruuuudiii” Teriak koh Hen sambil melambaikan tanganya.

Rudypun akhirnya menghampiri mereka berempat

“weeee udah disini ternyata semuanya, sebntar saya cari kursi dulu” Sapa Rudy sambil menarik kursi dari meja yang kosong
“Gimana nih gimana, Eva Elin makananya enak kan?” tanya rudy membuka obrolan
“Enak kok mas makanan disini” Puju Eva
“Ehhh ini siapa Hen” tanya rudi sambi menunjuk Bastian
“Ohhh ini Bastian, Brondongnya si Eliin
“Ohhhhh”
“dan tahu gak Rud si Bastian ini ternyata temenan sama Eva bahkan tinggal satu kos lagi”
“Ohhh ya kok bisa kebetulan kaya gitu” Rudy sedikit kaget
“Saya aja gak nyangka Rud”

“Oh ya saya minta maaf yah baru bisa nemenin. Tadi baru nemenin tamu penting”Kata Rudy
“Ngomong maaf sih gampang Rud, tapi ini gimana? Tadi sore lu bilang ada acara disini. nah sekarang gak ada apa apa, lu ngerjai gue yah” Lanjut Koh Hen sedikit sewot
“Eeeet eeet sori sori, sebenernya sih emang gak ada acara disini. Habis gimana lagi. Lu dah sering nginep sini tapi lu belum sama sekali makan disini, kalau gak gue gituin mana mau lo makan disini” Terang Rudy.
“Iyaa tapi gak gitu caranya dong Rud, kalau bukan temen mah udah gue bijek luh Rud” haha Lanjut Koh Hen sambil tertawa lepas dan Rudy juga menyambung tawa Koh Hen.

“Ehh mas Rudy, kaau Eva ngerokok disini boleh gak” Tanya Eva
“Aduh sayang maaf yah, kalau didalem memang nda boleh ngerokok. Tapi kalau mau ngeroko sih paling di Luar tuh didekat balkon yang ada bule bule lagi pada ngerokok disana” Terang Rudy
“Ohh gitu, Bas temenin Gue yuk” Pinta Eva kepada Bastian sambil menggandeng lenganya.
“Eva tinggal dulu yah semua”

Eva dan Bastian meninggalkan Hendra, Erlin dan Rudy untuk merokok. Mereka berjalan saling bergandengan, bahkan Eva lanjut merangkul pinggul bastian layaknya sepasang kekasih.Lalu mereka berdiri didekat balkon yang menghadap lanscape kota Jogja dimalam Hari. Eva mengeluarkan Rokoknya dari dalam tas lalu ia mengambil sebatang dan membakarnya. Sementara itu didalam percakapan terus berlanjut. rudy yang cukup lama tak bertemu Erlin sedikit mengeluarkan goyonan yang menjurus ke godaaan. Mereka terus bercengkrama dengan hangatnya. Rudy berkali kali mencubit pipi Erlin dengan gemasnya. namun Erlin hanya membalas dengan menepuk lengan Rudy saja. Seperti itulah ketika sahabat bertemu, walau tak terlalu dekat hubunganya, satu kata permulaan yang baik dapat membuat susana menjadi nyaman.

_________________
“Oh iya Hen aku jadi lupa bilang nih.”Tanya Rudy
“Bilang apaan toh Rud?” Balas Hendra
“Gini, jadi yang tadi sore aku bilang ada pesta tuh sebenernya emang ada tapi bukan Di Lounge sini.

“Maksudmu pie?” Lanjut Hendra
“Jadi gini, dibawah ada Tamu spesial, namanya Robert Tantula kamu tahu kan dia?”Tanya rudy singkat.
“Iya tahu, yang pengusaha terkenalkan CEO Tantula Group, memang ada apa dengan dia.”jawab Hendra.

“Iya betul yang itu, Jadi gini, sekarang dia sedang ngadain pesta di kamar President Suite,”
“Pesta apaan?” Potong Hendra
“Yah biasalah Pesta perayaan pemenangan proyek, yah tahu sedirilah cuma buang buang dong”
“Hmmm, terus terus gimana” Hendra mulai penasaran.

“Nah pas tadi Sore gue bilang ada Event di lounge ke lu sama Eva, Gue langsung bilang sama pak Robert. Buat ngundang kalian juga. Sebenrnya sih tinggal dua undangan lo sama eva, tapi Pak Robert ngijinin kok buat kalian berempat” Jelas Rudy.

“Woow jadi kita semua diundang nih ceritanya?” Tanya hendra.

“Iya lah, dari pada loe pesta cuma berempat enakan rame rame kan”
“Wahhh elu Rud kalau masalah ginian mah inget sama temen”
“Yah iya lah Lu kan sahabat lama gue masa iya gue gak inget sama eluu Hen”

Heheh
“Gituu dong”
“Terus tamunya siapa aja Rud? Gue sih emang pernah denger kalau Robert Tantula itu sering ngadain privete party gitu dan katanya suka undang artis artis juga yah?

“Hmmm bener lu,pokoknya lu gak bakal rugi deh”lanjut Rudy.
“Hmmmm Tapi kok bisa sih si Robert Tantula ngadain kaya gitu disini”
“Ahhh elu kemana aja, dia kan juga punya saham disini, jadi kita mau nolak gimana dia juga berani bayar gede” terang rudy sambil minum segelas wine.

“Waahhh aku ngikut aja deh kalau gitu.gimana Lin?”Tanya hendra kepada Erlin
“Yah Aku mah oke oke saja asal seru”jawab erlin sambil tertawa ringan.
“Hmmm kamu tenang aja lin, nih yang saya Tahu nih ya, Pak Robert itu suka banget sama perempuan kaya kamu ini” kata Rudy sambil memegang pundak Erlin.
“Maksud kamu Rud?”
“Yahh, maaf nih Lin, maksud saya dia tuh suka perempuan2 Gemuk, terus kalau gak salah yah, dia juga punya. Kelainan sexsual suka di dudukin pantat wanita Gemuk” jelas Rudy dengan gaya menggelegar.

“Oh yah? Kok kamu bisa tahu?” Tanya erlin.
“Anaak buahnya yang cerita. Dah pokoknya nanti kamu aku kenalin sepesial sama dia, dia pasti suka kok sama kamu”
“Ahhhh si Ruudy nih gombal terus dari tadi,” Erlin sedikit tersipu malu.

______________________

Sementara Itu
Bastian dan Eva juga sedang membicarakan sesuatu yang tak kalah menarik. Keduanya saling bercerita apa yang sudah alami hari ini. Eva terus menghisap rokok mildnya sambil ia sandarkan kepalanya ke bahu Bastian yang tengah memandang kota Jogja malam ini. Disekitar mereka ada dua sejoli yang nampaknya sedang bermesrahan. Dua wisatawan asal Jerman yang tampak dari logat bicaranya. Semua tidak saling menggangu karena seolah sudah ada sekat masing masing yang memisahkan mereka semua.

“Baaaas, tadi elu diapain aja sama si tante Gendut itu?”Tanya Eva sambil. Sedikit manja.
“Ahhh yah gitu gitu aja berat”
“Aahhhh berat, emang elu ditindihin sama dia?” Tanya eva penasaran.
“Yah sempet sih,”
“Oh yaa terus terus? Untung lu kaga mati Bas” potong Eva sedikit meledek.
“Yah gak segitunya lah, jadi Tante elin kan lagi nunging tuh di pinggir kasur, aku dar bawah jilatin meeemeknya (sedikit memelankan suara ) nah gak tahunya dia Squirt coba! Yah aku aku kaget kan, aku jatuh kelantai eh tante Elinya malah kejang2 gitu terus pantatnya nindih muka aku” Jelas Bastian.
“Hahahahahaha, Kocak lu maaah. Hahaha. Tapi apa dia beneran Squirt gitu kaya di felm bokep?” Tanya Eva makin penasaran.
“Iyaaa, aku aja kaget, baru kali ini aku lihat yang kaya gitu, aku pikir yang di Film film itu boongan ternyata beneran bisa” balas Bastian makin membuat penasaran.

“Hmmmm, emang rasanya gimana Bass”
“Yahh gitu deh, gak bisa dijelasin, yang jelas keluarnya kaya air kencing, sampe tuh seprei ama karpet basah semua”
“Gilaaaa Bastiaan ini emang bener bener dah, apa aja diembat hahahaha”

“Ngeledek terus nih kerjaanya” Balas Bastian dengan mencubit pipi Eva dengan tangan kanannya.
“Nahh terus kamu sendiri udah diapain sama Koh Hendra?”
“Gue sama dia Ml diparkiran dong”

“Seriuuus kamu Va?” Bastian terlihat tidak percaya
“Seriuus, tadi sebelum kesini kan gue dibelanjain sama Koh Hen, eh terus diParkiran dia nafsu mungkin terus langsung gituin gue, untung aja pas sepi kalau gak kan gawat.
“Ganas juga yah dia” ujar Bastian sembari menganguk.
“Iya sih ganas tapu dia itu sebenrnya baik kok” Lanjut eva menceritakan kebaikan Koh Hendra yang dimaksud.

“Terus terus setelah itu Kamu diapain lagi?” Bastian makin menelisik.

“Hmmmm, guee”
“Kenapa”
“Ahhh malu ah gue…” Eva tersipu sambil melempar puntung rokok ke udara.
“Ihhh malu emang kamu diapaain sihhh”

“Baaaas, Paantat gue dah gak perawaaan”Bisik Eva ditelinga Bastian.
“Apaaa, kamu Diaan….” Eva keburu menutup mulut bastian
“Ihhh kenapa teriak sihhhhhh”
“Soriiii, habis aku terkejutt, jadi kamu di anal sama Koh Hen itu?” Suara Bastian lirih.
“Iyaaa, masih sakit nih Pantat gue”
“Kok kamu mau, waktu itu aja kamu tolak waktu aku minta?”
“Yah gimana lagi Bas, gue gak bisa nolak, padahal bisa aja tuh tadi gue nolak, tapi gak tau kenapa malah gue iain aja, gue juga bingung.” Jawab Eva bingung.
“Hmmm tapii suka kaan?”
“Yaaah ternyata gak sesakit yang selama ini gue bayangkan sih, tapi yah itu, sampe sekarang bool gue masih megap nih kerasanya” jelas Eva.
“Ahhh nanti juga kebiasa”
“Kayaa pernah ajaa lu” ledek Eva
“Yahhh enggak lah, emang aku homo apaah?” “Wuuu”

“Eh Bas balik ke dalem lagi yuk, gak enak nanti ditungguin”

Merekapun akhirnya kembali kedalam sembari bergandengan tangan. Eva dan Bastian bergabung lagi bersama koh hen dan Erlin yang tengah asik berbincang.

“Kenapa kalian senyum senyum gitu?” Tanya Koh hen kepada Eva dan Bastian.
“Ahhh gak ada apa apa kok,” jawab Eva.

“Oh iya Bas Eva, ada tawaran menarik nih dari Rudy”
“Emang apaan Koh?”
“Kita diundang pesta Pribadinya pak Robert Tantula” jelas Koh hen melanjutkan.
“Wahh Pesta apaan emang Om Rudy?
“Ahhh kamu jangan panggil saya Om dong, saya jadi kelihatan tua, kaya eva aja panggil Mas, kan muka saya masih ganteng kaya kamu”
“Iya iya deh, Mas, emang Pesta apaan Mas Rudy? Tanya Bastian lagi.
“Yah nanti kalian juga tahu kok, yah pesta senang senang lah, you know lah yang saya maksud”
“Ohhh pesta gitu gituan yah Mas?” Tanya Eva genit.
“Ahhh kamu ini jangan goda saya terus dong” Kata Rudy tersipu.
“Kalau itu tergantung Pak Robertnya mau gimana, biasanya gak selalu berhubungan dengan Sex kok. Kadang yah cuma pesta biasa joget joget minum minum. Yah have fun lah”

“Ohh iya iya aku ngerti mas” jawab Bastian.
“Ehhh ntr dulu, tadi yang ngundang namanya siapa Mas?” Lanjut Bastian.
“Namanya Robert Tantula, kalian pernah denger”
“Kayaknya aku familiar dengan nama itu deh”
“Iya lah dia kan pengusaha terkenal” terang Rudy.
“Iya kalau itu aku juga tahu mas, tapi aku kaya pernah dikasih tahu siapa gitu nama Robert Tantula, siapa yaah yang kasih tahu” bastian masih penasaran siapa yang pernah memberi tahukannya tentang Robert Tantula.

“Udahh, nanti Mas kenalin deh sama dia, dia orangnya baik kok”

“Hmmm tapi yang dateng rame gak mass?” Tanya eva lagi.
“Pasti rame kok, bahkan ada artis Ibu kotanya juga loh…” Jawab Rudy membuat penasaran.
“Seriuus mas, siapa?” Sambung bastian penasaran.
“Halah nanti juga kalian tahu siapa,”
“Ahhhh pake rahasian segala nihhh” keluh Eva.
“Oh iya dong biar surprice” seru Rudy.
“Yah udah kita langsung kesana aja deh kalau gitu, gimana”lanjutnya
“Yah udah Yukkk” ajak erlin”
“Widiih, semangat betul kamu Lin” ledek Rudy dan Hendra
“Yahh habis daripada disini sepi bosen tauu”
“Yah udah gue bayar dulu dikasirr” sahut Hendra.
“Eettt dah gak usah, biar masuk tagihan gue aja Hen, itung itu tadi gue dah ngerjain lu”

“Seriuus nih Rud?”Tanya Koh Hendra.
“Halaah, kayak gak biasanya”
“Wahh elu emang sahabat gue, yah dah yuk jalan.

Author: 

Related Posts