Cerita Sex Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy – 1

Cerita Sex Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy – 1by adminon.Cerita Sex Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy – 1Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy – 1 Pendahuluan Aku Andi 17 tahun kelas 2 SMU. Keluargaku adalah orang Cina miskin dari satu kota kecil di Jawa. Aku dan ciciku (kakak perempuan) tinggal dengan pamanku, sepupu papa, pengusaha sukses di kotanya. Kakakku setahun lebih tua dariku, namanya Lisa. Kami ikut papa sejak kecil setelah […]

multixnxx-OPEN INVITATION- FIND THE PEARL and WIN A -17 multixnxx-OPEN INVITATION- FIND THE PEARL and WIN A -18 multixnxx-OPEN INVITATION- FIND THE PEARL and WIN A -19Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy – 1
Pendahuluan

Aku Andi 17 tahun kelas 2 SMU. Keluargaku adalah orang Cina miskin dari satu kota kecil di Jawa. Aku dan ciciku (kakak perempuan) tinggal dengan pamanku, sepupu papa, pengusaha sukses di kotanya. Kakakku setahun lebih tua dariku, namanya Lisa. Kami ikut papa sejak kecil setelah orangtuaku bercerai. Kami jarang kontak dia lagi setelah dia kawin lagi dengan gadis pribumi 20 tahun dan pindah ke kota lain. Karena kasihan dan demi pendidikan yang lebih baik di kota besar, setahun lalu pamanku menawarkan untuk pindah ke tempatnya. Lagipula, putri tunggalnya Hani sejak SMP kelas 1 disekolahkan di Singapura sehingga dia hanya tinggal dengan tanteku.

Aku orang yang paling pesimis sedunia dan sejak kecil selalu jadi bahan tertawaan. Sekarang pun, aku sering disuruh-suruh dan dimaki-maki oleh pamanku dan istrinya, juga kakakku. Sementara kakakku dimanja oleh mereka, sering dibelikan baju bagus dan barang mahal lainnya terutama bibiku. Aku menyadari aku memang pantas disuruh-suruh dan direndahkan orang. Jadinya aku malah”menikmati” saja ketika dimarahi dan disuruh-suruh.

Bahkan urusan seks dan masturbasi pun aku tidak pernah mambayangkan diriku sendiri namun sedang menonton orang lain terutama kakakku yang berhubungan seks atau sekedar dipegang-pegang oleh cowok lain. Utamanya cowoknya adalah pribumi. Karena sering aku melihat ia diliatin dan digodain oleh cowok-cowok pribumi. Setiap pulang sekolah selalu melewati STM yang cowok semua dan pribumi. Banyak yang lagi nongkrong dan selalu mengeluarkan celoteh-celoteh usil. Mungkin mereka jarang liat cewek. Ditambah kakakku memang cakep, kulitnya putih, tinggi sekitar 160-an, badannya langsing karena memang sering olahraga. Rambutnya yang dicat agak pirang membuat makin merangsang saja. Ditambah, baju seragam putih yang dipakai dari kain yang agak tipis sehingga kelihatan BH-nya (apalagi kalau lagi pakai bra warna gelap jadi makin mencolok) dan kelihatan besarnya tonjolan di balik baju tipisnya.

Iseng kulihat bra-nya di lemari baju, ukurannya 34c. Tidak heranlah setiap kali banyak omongan-omongan yang usil dan jorok. Aku sebenarnya ingin marah tapi karena takut jadinya diam saja. Kakakku sendiri diam saja tak pernah menanggapi. Untungnya mereka tidak pernah berbuat kurang ajar kecuali komentar-komentar joroknya saja. Bahkan ada salah satu yang menirukan desahan cewek ketika disetubuhi. Membuatku membayangkan kalau kakakku benar-benar disetubuhi oleh dia dan mengeluarkan suara seperti itu! Di angkot juga selalu ada cowok iseng yang memperhatikan dia, mulai dari mukanya, lehernya yang putih akhirnya menatap dadanya atau ke paha. Walau takut dan kesal, anehnya tiap kali masturbasi selalu membayangkan kakakku menikmati disetubuhi dan diperawani oleh mereka.

Pengalamanku tidak cuma di sekolah saja. Ketika jalan ke mall atau ke manapun malah lebih parah karena kesukaannya memakai baju yang terbuka atau ketat. Kausnya yang ketat membuat payudaranya tampak indah dan makin menonjol. Apalagi kalau belahan dadanya agak rendah membuat payudaranya yang putih sedikit kelihatan. Ketika berenang atau fitness malah lebih parah lagi. Sebenarnya aku tidak suka dengan keadaan ini tapi juga”suka”. Diam-diam, anuku jadi menegang kalau ada tatapan atau komentar kurang ajar. Aku takut, tegang, dan juga terangsang.

Voyeurism

Suatu saat aku tergoda untuk melihatnya telanjang karena ada kesempatan untuk itu. Antara kamarku dan kamarnya ada taman kecil yang sudah tak dipakai. Pintunya hanya dari kamarku, yang di kamar dia sudah dimatikan. Dengan tangga aku bisa melihat ke dalam dari jendela atas kamarnya dan kamar mandinya. Dalam beberapa kesempatan aku sempat melihatnya telanjang bulat.

Kecantikannya ditambah dengan kemolekan tubuhnya memang betul-betul luar biasa indah! Payudaranya padat berisi, ukurannya cukup besar, kencang, dan berdiri tegak. Tidak turun seperti pada film-film bokep. Kedua putingnya berwarna kemerahan berdiri dengan tegaknya dan agak panjang menonjol. Rambut kemaluan di sekitar vaginanya tidak terlalu lebat namun sangat indah. Kulitnya yang putih mulus membuatnya makin menarik. Putingnya yang kemerahan dan rambut kemaluannya yang hitam amat kontras dengan kulitnya yang putih. Beberapa kali aku melihatnya telanjang atau setengah telanjang baik ketika mandi maupun di dalam kamar.

Setelah aku melihatnya telanjang bulat, kebiasaanku bermasturbasi jadi makin menjadi-jadi. Karena aku makin jelas membayangkan bagian-bagian tubuh tertentu dari kakakku digerayangi dan dinikmati oleh para cowok tersebut. Komentar-komentar usil yang pernah kudengar ditambah dengan pengetahuanku tentang tubuhnya membuatku makin nikmat bermasturbasi. Bayangan cowok yang hitam menindihi tubuh cewek yang putih mulus dan memainkannya. Seorang cewek yang muda, cakep, tampangnya polos dan innocent, putih, sexy, high class, dadanya berisi dan masih perawan namun menyerahkan keperawanannya dengan sukarela dan menikmati apapun yang dilakukan oleh cowok yang statusnya lebih rendah darinya. Membuatku benar-benar nikmat dalam bermasturbasi. Kadang aku menyesal setelah melakukannya tapi selalu mengulangi lagi. Mungkin aku sudah GILA!

Lalu apakah kakakku memang masih perawan? Menurutku sih dia masih perawan. Dia tidak pernah pergi dengan cowok mana pun. Paman dan tanteku melarang kakakku sembarangan pergi dengan teman-temannya terutama cowok. Kemana-mana selalu aku disuruh menemaninya. Namun anehnya beberapa kali mereka mengajak kakakku dan juga aku ke pub atau night club dan mereka pula yang mengenalkan kami ke minuman keras. Menurut mereka, daripada pergi dengan teman mending pergi dengan orang tua jadi ada yang menjaga. Pamanku dan istrinya memang doyan minuman keras dan sering ke pub-pub. Disana kami juga dikenalkan kepada beberapa rekan-rekan bisnis pamanku.

Pak Joko

Orang yang paling penting diantara semuanya adalah Pak Joko karena dia pejabat pemerintah yang memegang peran kunci dalam hal perijinan bisnis pamanku. Dia adalah orang Jawa, umurnya 40-an. Makanya pamanku dan bibiku sangat hormat kepadanya. Sering mereka menjamu Pak Joko dan mengundang Pak Joko datang ke rumahnya. Aku tidak begitu suka dengannya dan kelihatannya juga dia tidak terlalu suka denganku dan menganggap kehadiranku.

Tapi dia baik sekali dengan kakakku, malah sepertinya dia punya mau terhadap kakakku. Kakakku memang pandai berdandan dan berpakaian untuk membuat dirinya menarik perhatian cowok serta pintar mengambil hati orang. Apalagi kalau gaun yang dipakainya dengan belahan dada agak rendah membuatnya nampak sexy. Sementara kakakku malah enjoy berbicara dengan Pak Joko bahkan sampai sering bercandaan. Membuatku jadi makin rendah diri. Sekarang dikala masturbasi aku jadi sering membayangkan Pak Joko, bandot tua hitam jelek menikmati tubuh mulus kakakku. Apalagi setelah beberapa kali ia datang malam-malam, kakakku mengenakan daster tipis agak menerawang. Mata Pak Joko bersinar-sinar melihat tubuh sexy yang dibalut kain tipis itu.

“The show must go on”

Suatu malam mereka ke pub tapi aku disuruh menunggu pengiriman barang di rumah. Sekitar jam 9.30 pamanku telpon bilang aku boleh tidur dulu karena mereka pulang agak malam. Saat tiba kakakku agak mabuk. Sebelumnya lebih parah lagi ngoceh-ngoceh tak karuan, kata bibiku. Bibiku membawanya masuk ke dalam kamar. Sementara pamanku marah besar kepadaku, menurutnya barangnya tidak lengkap. Oleh bibiku aku disuruh masuk ke kamarku. Dengan sangat ketakutan aku masuk ke kamar dan kukunci pintu kamar.

Tak lama kemudian kudengar bibiku masuk ke kamar kakakku. Karena penasaran aku mengintip dari jendela. Kakakku baru selesai mandi sedang berbaring di tempat tidur dengan memakai kaos atasan saja yang panjangnya sampai ke pahanya. Kakakku sudah tidak mabuk hanya agak lemas saja. Kemudian bibiku memberikan segelas air dan satu tablet kecil. Setelah kakakku tidur ia keluar.

Beberapa saat kemudian, pintu kembali terbuka. Ternyata adalah Pak Joko! Ia kelihatan habis mandi, memakai celana pendek dan baju kaos. Kok tadi aku tak melihatnya? Dengan tegang kuperhatikan apa yang dilakukannya. Ia menuju ke tempat tidur kakakku. Kakakku tidur telentang, kakinya agak terbuka terlihat pahanya yang mulus. Dadanya turun naik. Pak Joko duduk di pinggir ranjang. Tangannya mengulur memegang pipi kakakku. Tiba-tiba kakakku terbangun. Sesaat Pak Joko kelihatan terkejut, tapi sambil menarik kembali tangannya ia lalu berkata,

“Kamu sudah baikan Lisa? Saya ingin melihat keadaan kamu.”
“Sudah mendingan Oom, hanya masih lemas saja.”
“Sini deh Oom pijitin supaya lekas sembuh.”
“Nggak usah deh Oom. Masa kok oom mijat saya,” kata kakakku sambil ia duduk di tengah ranjang.
“Nggak apa-apa kok. Lagian Oom tidak keberatan kok,” kata Pak Joko sambil tangannya langsung meraih tengkuk kakakku dan mulai memijat-mijat dan meraba-rabanya.
“Aduuh geli Oom. Jangan ah,” kakakku meronta kecil dan memendekkan tengkuknya.
“Ssst. Jangan berteriak gitu, nanti kasihan pada bangun semua. Tenang saja kamu,” kata Pak Joko sambil tangan yang satunya memegang lengan kakakku.
“Nah gitu, kamu diam saja. Nikmati saja,” kata Pak Joko sambil kedua tangannya meraba-raba tengkuk dan lengan kakakku. Membuat kakakku terlena dan memejamkan matanya.

Berdekatan dengan Lisa begitu dekat, langsung membuat Pak Joko terangsang. Aroma tubuh Lisa yang harum membuatnya mabuk kepayang. Kedua, dalam jarak begitu dekat, baju tidur yang agak transparan membuatnya mampu melihat dengan jelas kemulusan dan bentuk tubuh yang begitu menggairahkan. Di balik dasternya, branya berwarna biru tua nampak jelas membuatnya makin menggairahkan. Juga pahanya yang putih dalam jarak begitu dekat. Tiba-tiba Pak Joko langsung mencium bibir Lisa yang sedang memejamkan mata.

“Ooh kamu cantik sekali Lisa, mmhh”

Bibir Pak Joko langsung membekap bibir Lisa dan melumatnya. Sesaat aku berdetak, lalu apa yang akan dilakukan kakakku pikirku. Ternyata Lisa tidak memberontak, malah ia menikmati ciuman Pak Joko. Kedua tangannya kemudian meraih memeluk Pak Joko.

“Mmmh ahh.”

Bibir ketemu bibir, lidah ketemu lidah. Dengan penuh nafsu Pak Joko sambil tetap menciumi Lisa, tangannya mulai meraba-raba tubuh Lisa. Punggung.. Lengan.. Lalu satu tangannya meraba-raba paha. Tangan itu masuk di bawah baju, meraba-raba, bergerak naik ke atas. Lisa mengerang perlahan. Pak Joko membaringkan Lisa, setengah menindih sambil terus menciumi seluruh muka.. Leher.. Dengan penuh nafsu. Tangan kanannya merayap naik di balik daster Lisa. Meraba-raba daerah paha lalu naik ke sekitar perut.

Pak Joko mengangkat kepalanya. Menatap dan mengagumi tubuh Lisa yang sebentar lagi akan dinikmatinya. Tangan kirinya membelai-belai rambut, pipi, leher, dan turun ke dada! Bersamaan dengan tangan kirinya menyentuh dadanya, tangan kanan bergerilya di balik daster ke aarah payudara kanan Lisa. Sambil kedua tangannya meraba-raba payudara Lisa, daster Lisa tersingkap terlihatlah pahanya yang putih mulus dan celana dalamnya. Kaki kanan Pak Joko bergerak naik meraba-raba paha Lisa dan daerah CD nya. Lisa mengerang-erang merasa kegelian karena bulu kaki Pak Joko menyentuh bagian sensitifnya.

Ke bagian 2

Author: 

Related Posts